KELEBIHAN DAN KELEMAHAN E-LEARNING
Oktober 06, 2020KELEBIHAN DAN KELEMAHAN E-LEARNING
Menurut Bates dan Wulf (1996) dalam Munir (2008) Kelebihan penggunaan elearninguntuk pembelajaran jarak jauh online, yaitu:
a. Meningkatkan interaksi pembelajaran (enchance interativity) Pembelajaran jarak jauh onlineyang dirancang dan dilaksanakan secara cermat dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara pembelajar dan materi pembelajaran, pembelajar dengan pengajar, dan antara pembelajar dengan pembelajar lainnya.
b. Mempermudah interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility) Pembelajar dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar kapan saja sesuai denga ketersediaan waktunya dan di manapun dia berada, karena sumber belajar sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh pembelajar melalui online learning(Kerka, 1996; Bates, 1995; Wulf, 1996).
c. Memiliki jangkauan yang lebih luas (potential to reach a global audience) Pembelajaran jarak jauh online yang fleksibel dari segi waktu dan tempat menjadikan jumlah pembelajar yang dapat dijangkau kegiatan pembelajaran melalui online learning semakin banyak dan terbuka secara luas bagi siapa saja yang membutuhkannya.
d. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities) Fasilitas yang tersedia dalam teknologi online learningdan berbagai softwareyang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan materi pembelajaran elektronik.
Selain banyak manfaatnya, e-learning dengan menggunakan internetuntuk pembelajaran jarak jauh memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan E-Learning, antara lain:
a. Salah satu ciri khas dari pembelajaran jarak jauh adalah terpisahnya secara fisik antara pengajar dengan pembelajar, sehingga menjadikan interaksi antara pengajar dengan pembelajar atau pembelajar dengan pembelajar lainnya menjadi tidak ada atau kurang sekali.
b. Teknologi merupakan bagian penting dari pendidikan, namun jika lebih terfokus pada aspek teknologinya dan bukan pada aspek teknis atau aspek pendidikannya, maka ada kecenderungan lebih memperhatikan aspek teknis atau aspek bisnis/komersial, dan mengabaikan aspek pendidikan untuk mengubah kemampuan akademik, perilaku, sikap, sosia,, atau keterampilan dari pembelajar.
c. Proses pembelajaran dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan yang lebih menekankan pada aspek pengetahuan atau psikomotor dan kuran memperhatikan aspek afektif.
d. Pengajar dituntut mengetahui dan menguasai strategi, metode, atau teknik pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang mungkin selama pembelajar konvensional kurang dikuasainya.

0 komentar